Minggu, 12 Desember 2010

Ikan, yang Perlahan Hilang

Anda yang sudah menyaksikan film Oceans, mungkin bisa memahami nasib yang dialami hewan-hewan laut, akibat eksploitasi laut yang berlebihan. Mengonsumsi ikan atau hewan laut lain, memang tidak dilarang. Hanya perlu kearifan untuk mengolah hasil laut kita agar tetap lestari. Kira-kira begitulah salah satu pesan dari film dokumenter karya dua sutradara Prancis, Jacques Perrin dan Jacques Cluzaud, itu.
Apa boleh buat, tata cara pengolahan hasil laut yang dilakukan oleh industri perikanan, bisa dibilang masih sangat serampangan. Kondisi itu suatu saat akan mendorong terjadinya overfishing (penangkapan ikan berlebih) yang ujung-ujungnya mengancam kehidupan manusia juga. Beberapa fakta menyedihkan :
  • Sekitar 25% dari seluruh tangkapan oleh industri perikanan dibuang lagi ke laut, karena dianggap tidak berguna. Totalnya sekitar 39 juta ton per tahun. Kebanyakan hewan-hewan tersebut langsung mati.
  • Manusia hanya mengonsumsi 65% dari hasil laut, sisanya untuk keperluan pakan bagi industri perikanan. Padahal ada semilyar manusia yang masih mengalami gizi buruk.
  • Pukat terbesar dunia, ukurannya bisa setara 12 pesawat jumbo jet Boeing 747. Kapal itu menangkap 10 ton ikan per jam dan menghasilkan produk jadi 200 ton per hari.
  • Dengan laju penangkapan saat ini, diperkirakan dalam 25 tahun beberapa jenis ikan akan semakin berkurang, bahkan punah.
  • Hilangnya beberapa jenis ikan, juga mengancam kehidupan satwa lain seperti 12 dari 14 spesies burung albatross yang kehilangan sumter makanannya.
  • Hasil laut masih menjadi sekitar 40% sumber asupan protein bagi dua pertiga populasi dunia. Bayangkan, jika hasilnya semakin berkurang.
  • Pantai utara Pulau Jawa diduga telah mengalami overfishing seperti diungkapkan Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat. Cirinya : ikan tangkapan semakin kecil serta jenis ikan tertentu sulit didapat.

Pertanyaan kita : apakah mungkin suatu saat ikan di lautan akan musnah sama sekali?

sumber :Intisari Juni 2010